Sabtu, 15 Desember 2012

KEGIATAN SATU HARI DI TK


OBSEVASI KELOMPOK AREA
Selasa,mei 2011
Tempat :Tk Kemala bhayangkari 12 pariaman
Di pagi yang cerah itukami ber 5 yaitu Di pagi yang cerah itu kami ber 5 yaitu saya : Shintia Mahardika, Anisa Warni Utami,Herni Novriyanthi, Sri yanti dan Liza musliana telah berencana pergi observasike sebuah Tk di jantung kota Pariaman yaitu TK Kemala Bhayangkari .
Kami memilih TK tersebut karena memiliki kualitas yang cukupternama. Kami samapi disana sekitar pukul 07.15 dan diambut oleh seorang guru yang cantik bernama ibu Mira.
Sebelunya ia belum tau kalau kami akan kesana karena kemarennya kami hanya meminta izin dengan kepseknya.Lalu kami menyampaikan maksud kedatangan kami kesana dan beliau merespnnya denga senang hati.Anak anak di TK tersebut masuk sekitar pukul 08.00 jadi pada saat kami datang belum banyak yang nampak.
Untuk TK model Pembelajarannya menggunakan Model pembelajaran Berdasarkan Minat (Area). 
Model Pembelajaran adalah pola yang digunakan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam rangka membantu anak mencapai hasil belajar tertentu. Model pembelajaran berdasarkan minat adalah model pembelajaran yang member kesempatan kepada anak didik untuk memilih/melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Area yang dikembangkan yaitu :
1. Area IPA
2. Area bahasa
3. Area pasir dan air
4. Area matematika
5. Area agama
6. Area balok
7. Area drama
8. Area musik
9. Area fisik motorik
10. Area baca tulis
11. Kegiatan di luar kelas
Langkah-langkah model pembelajaran meliputi :kegiatan awal / pendahuluan, kegiatan inti, istirahat, dan kegiatan akhir.
1. Kegiatan Awal
Yang dimaksud kegiatan awal adalah untuk memfokuskan perhatian, membangkitkan motivasi agar peserta didik siap mengikuti kegiatan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Merupakan proses untuk mencapai standar perkembangan secara interatif, inspiratif, menyenang kan, menantang dan partisipatif, dan dilakukan melalui proses eksplorasi, eksperimen, elaborasi dan konfirmasi
3. Kegiatan akhir :
Kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktifitas pembelajaran berupa : menyimpulkan, sebagai umpan balik, sebagai tindak lanjut

Model Pembelajaran Klasikal
Adalah suatu pembelajaran dimana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan di TK. Sarana pembelajaran terbatas dan kurang memperhatikan minat anak secara individu Model Pembelajaran Berdasarkan Kelompok dengan Kegiatan Pengamanan Dalam pembelajaran ini anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. dalam satu pertemuan anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dan secara bergantian. Bila ada anak yang sudah menyelesaikan tugas lebih cepat, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain di kelompok yang tersedia tempat. Kalau tidak ada tempat anak dapat bermain di kegiatan pengaman. Kegiatan pengaman disediakan alat-alat yang bervariasi, sering diganti sesuai dengan tema / sub tema Model pembelajaran berdasarkan sudut, Langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan model area, hanya sudut-sudut kegiatan merupakan pusat kegiatan. Alat-alat kegiatan yang disediakan lebih bervariasi, sering diganti sesuai dengan tema dan sub tema Model pembelajaran berdasarkan area Model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada anak dalam memilih / menentukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelajaran ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan menghormati keberagaman budaya serta menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak
Prinsip prinsip untuk memakai suatu area ada 4 prinsip yaitu :
1.    Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
2.   Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3.   Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
4.   Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas
Pertanyaan :
1.    Berapa kali area itu dibuka dalam satu decade tema ?
2.   Cocok atau tidak area itu dibuka ?
3.   Hari efektif dalam satu area ?
4.   Apakah area itu kaku atau tidak ?
Jawab : 
Model Pembelajaran yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk memilih kegiatan sesuai dengan minatnya
Prinsipnya :
  • Individualisasi pengalaman pembelajaran bagi setiap anak.
  • Membantu anak untuk membuat pilihan-pilihan melalui kegiatan dan pusat kegiatan.
  • Peran serta keluarga
PEMBELAJARAN BERDASARKAN MINAT MENGGUNAKAN 11 AREA DALAM SATU HARI DAPAT DIBUKA MINIMAL 4 AREA
 l       Langkah-langkah menyusun kegiatan model pembelajaran berdasarkan minat.
Kegiatan awal + 30 menit (klasikal)
q      Berbaris, berdoa, salam
q      Bercerita tentang pengalaman (3-4 anak) setiap hari dan setiap satu anak bercerita, 3 atau 4 anak bertanya tentang cerita anak tersebut
q      Membicarakan tema / sub tema
q      Melakukan kegiatan fisik / motorik, dapat dilakukan diluar atau didalam kelas
2. KegiatanInti + 60 menit (individual di Area)
q      Sebelum melaksanakan kegiatan inti, guru membicarakan tugas-tugas di area yang diprogramkan pada hari itu.
q      Area yang dibuka setiap hari minimal 4 – 5 sesuai indikator yang akan dicapai / dikembangkan
q      Guru menjelaskan kegiatan-kegiatan didalam area yang diprogramkan :
Area : Berhitung / Matematika
Pemberian tugas membilang dan
menyebut urutan bilangan 1 – 5
Area : Seni / Motorik
Menggambar bebas dengan krayon
Area : IPA
Eksperimen membuat air teh manis
Area : Balok
Menciptakan satu bangunan dari
balok
q      Anak dibebaskan memilih area mana yang disukai walaupun area itu tidak dibuka sesuai program guru
q      Anak dapat pindah sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh guru
q      Apabila anak tidak mau melakukan kegiatan di 4 – 5 area yang diprogramkan, guru diharuskan memotivasi anak tersebut agar mau melakukan kegiatan
q      Guru  dapat melayani anak dengan membawakan tugasnya ke area yang sedang diminati
q      Guru dapat memberikan penilaian dengan memakai alat penilaian yang telah ditentukan
q      Guru membagi jumlah anak dikelas ke masing-masing area yang diprogramkan (misal : 4 – 5 Area)
q      Bagi kegiatan yang memerlukan pemahaman atau membahayakan, dan pengamatan langsung, maka jumlah anak dibatasi agar guru dapat memperhatikan lebih mendalam proses dan hasil yang dicapai dapat lebih maksimal tanpa mengabaikan anak yang ada di area lain.
q      Orangtua / keluarga dapat dilibatkan untuk berpartisipasi membantu guru pada waktu kegiatan pembelajaran
q      Orangtua / keluarga dapat memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak.
3. Istirahat (sama dengan model kelompok)
4. Kegiatan akhir + 30 menit (klasikal)
ü      Bertepuk tangan dengan 2 pola (seni)
ü      Diskusi tentang kegiatan satu hari
ü      Bercerita dari guru
ü      Menyanyi, doa, pulang.
Catatan.
1.    Area pasir dan air diletakkan didekat pintu agar kalau air tumpah atau pasir tercecer mudah dibersihkan dan tidak tercecer keseluruh ruang
2.   Area balok dan area matematika diletakkan berdekatan agar peralatan di area balok dapat dipinjam dan dimanfaatkan oleh anak didik di area matematika
3.   Tempat pertemuan pagi bisa diletakkan di tengah jika ruang kelas sedang (tidak luas). Jika ruang kelas cukup luas pertemuan pagi diletakkan di tepi supaya anak bisa konsentrasi.
4.   Area seni, motorik diberi ruang yang cukup luas agar anak bisa beraktivitas cukup leluasa dalam mengembangkan motorik halusnya








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini